Tentang ISO dan Gain pada kamera digital saat ini

 

Halo kawan, kali ini saya akan membahas mengenai ISO dan Gain. Beberapa kamera video menggunakan istilah Gain , dan di kamera foto istilah Gain tidak ditemukan, namun ada istilah ISO. Trus, apa bedanya ?

Mungkin saat ini sebagian besar tidak mengenal media film sebagai penangkap objek pada kamera kita, sekarang sudah era-nya SENSOR. Dalam fotografi, ASA dan ISO merupakan standar untuk mengukur kecepatan film atau mengukur sensitivitas film terhadap cahaya. ASA adalah standar yang dibuat oleh American Standards Association. Seiring waktu, semakin sedikit produsen yang menggunakan ASA. Saat ini, ISO lebih populer dibanding ASA. ISO diciptakan pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization.  Ada banyak sistem pengukuran kecepatan film, tetapi dua yang paling banyak digunakan sebelum tahun 1987 adalah ASA dan DIN (dibuat oleh Institut Jerman untuk Standardisasi).ASA menggunakan skala aritmatika yang berarti menggandakan sensitivitas film berarti juga akan menggandakan nilai ASA. Sedangkan DIN adalah skala logaritma, sehingga menggandakan sensitivitas akan menambahkan nilai 3 derajat ke nomor DIN. ISO pada dasarnya menggabungkan kedua metode tersebut dan kini menjadi standar tunggal yang berlaku di seluruh dunia dalam pembuatan media film untuk standarisasi kepekaan partikel film terhadap cahaya. Menggunakan ISO lebih kecil / rendah diperlukan lebih banyak cahaya, tetapi memiliki butiran butiran gambar yang halus dan menciptakan gambar yang lebih baik / clean . Nomor ISO yang lebih besar diperlukan jauh lebih sedikit cahaya, tetapi gambar akan tampak kasar. Jika ingin gambar berkualitas tinggi dan clean diperlukan penggunaan film dengan ISO rendah.

Dalam banyak kamera video dan DSLR, Kita mengenalnya dengan tombol/menu  ISO, kita dapat memutar tombol pengaturan ISO  saat kita membutuhkan sensitivitas yang  lebih besar terhadap cahaya/ saat mengambil gambar di suasana yang lebih gelap Kompensasinya gambar yang dihasilkan akan terlihat terdapat bintik bintik yang disebut dengan NOISE.

Secara teknis pada awal awal lahirnya kamera digital, Kamera digital yang  menggunakan sensor lebih besar akan  menghasilkan lebih sedikit noise atau grain. Sensor yang lebih kecil menghasilkan lebih banyak noise pada ISO tinggi (seperti 1600). Namun disaat ini dimana kemajuan teknologi semakin pesat, bukan hanya pengaruh besaran sensor saja tentunya yang mempengaruhi kejernihan gambar.  Sensor gambar pada kamera foto dan video digital saat ini dirancang untuk menghasilkan gambar  yang terbaik di BASE ISO nya yaitu pada Gain 0Db , Pada kebanyakan kamera digital ISO terendahnya adalah  ISO 100, meskipun beberapa high end DSLR rating ISO terendahnya adalah  50. Namun apakah menggunakan ISO terendah pada camera digital akan menghasilkan gambar paling baik? Belum tentu!  beberapa kamera memiliki BASE ISO sesuai dengan spesifikasinya masing masing. Sebagai contoh kamera Canon c100, canon c300 dan seri Cinema Camera dari canon memiliki BASE ISO di 850/Gain 0db. Artinya bahwa di ISO 850/Gain 0db kamera ini dapat menghasilkan gambar paling optimal. Saat mencoba kamera ini pada menunya, terdapat pilihan untuk mengubah setting dari ISO ke Gain dan sebaliknya . Setting pertama saya gunakan  ISO dan saya melakukan setting ISO di 320, kemudian masuk menu dan mengubah dari ISO ke Gain. Gambar akan tiba tiba berubah lebih terang. Ini dikarenakan saat pada mode Gain, kamera akan langsung menuju BASE ISO nya di ISO 850 /Gain 0db. Dapat diambil kesimpulan bahwa setting optimal di kamera ini adalah di 0Db/ISO 850. Penggunaan ISO dibawah BASE ISO ( misalnya base ISO nya 850 dan kita gunakan ISO 320 )  pada sebuah kamera tidak menambah kualitas gambarnya, hanya dilakukan untuk kompensasi kecerahan gambar terhadap cahaya saja.  Pengaturan kamera pada base ISO juga mengoptimalkan kemampuan sensornya menangkap gambar secara HIGH DINAMIC RANGE ( HDR), contoh lain,  Camera SONY FS5 memiliki BASE ISO di angka 1000 pada Standart setting.

Kamera jenis dan merek A menggunakan ISO 850, bukaan f2.8 dan speed pada 1/50.

Kamera jenis dan merek B menggunakan ISO , f stop dan shutter speed yang sama.

Apakah hasil gambarnya akan sama tingkat kecerahan dan kontras gambarnya? Belum tentu, karena BASE ISO dari kedua merek kamera diatas belum tentu sama. Tapi jika kamera A dan B ber-jenis dan dari tipe yang sama tentu saja gambar yang dihasilkan akan sama persis.

Gain adalah proses developing pengolahan cahaya pada sebuah sensor . Pengukurannya dengan +db . Jika menginginkan gambar yang lebih cerah dan kontras kita menaikkan angka Gain tersebut ke yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan dengan memaksa peningkatan sensitivitas  sensor  dengan menghapus sebagian informasi dari gambar yang ditangkap, dengan cara menambahkan kecerahan gambar pada area yang lebih gelap. Gambar akan kehilangan detailnya. Pengukuran pada mode Gain menginformasikan pada pengguna seberapa besar kita sedang memaksa sensor untuk melakukan proses pembentukan gambar terhadap cahaya yang diterima sensor yang berkaitan dengan teknologi yang diusung pada kamera tersebut.

Makin besar setting pada GAIN = makin banyak Grain/noise terjadi pada gambar, Makin besar angka ISO yang digunakan = makin banyak pula noise yang akan tampak pada gambar. Tetapi besaran angka ISO yang sama tidak menghasilkan gambar yang sama antar kamera. Kamera a7s misalnya, kamera ini mampu menangani angka ISO sangat tinggi. Hal ini disebabkan BASE ISO nya di angka 3200. Dengan pengertian bahwa ISO 3200 di Sony a7s adalah 0 Db. Pada era kamera digital saat ini kualitas gambar banyak dipengaruhi oleh system software pemrosesan gambar  pada kamera itu sendiri.

ISO number di kamera digital lebih bersifat memudahkan penggunanya  untuk menganalogikan sebuah gambar yang dihasilkan dari tingkat kecerahannya. Contoh: penggunaan ISO 200 tentunya memiliki kecerahan gambar 2x lebih cerah daripada penggunaan ISO 100 pada kamera tersebut. Jadi intinya, kenali baik baik kamera/ equipment anda, kenali dengan melakukan banyak test.  Cobalah melakukan beberapa setting sampai anda menemukan kualitas terbaik menurut kita . Jangan termakan kata orang atau gimmick marketing dari produsen …

Salam – PAULUS RIZAL


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s